Welcome to Fathi Web

WELCOME.... Go inside, Get Insight

Kamis, 23 Februari 2012

Guru = Pembicara juga!

Kalau ikut workshop/seminar, paling males banget banget kalau pembicaranya ngantukin, betein, nggak peduli sama audiens, pointer pembicaraannya nggak jelas, suaranya datar bla bla bla. 

Tapi tiba-tiba terpikir, guru juga kan pembicara dan hei! saya seorang guru, berarti saya juga seorang pembicara! Nah lho...! Yah... walaupun zaman sekarang, guru hanya sebagai fasilitator dan anak yang lebih aktif dalam pembelajaran, tapi tetap aja kan yang namanya ceramah itu tidak bisa dihindari.

Jadi mengerti perasaan murid-murid yang tidur di kelas, atau sibuk sendiri pas kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung. Itu bukan sepenuhnya salah sang murid, melainkan alarm bagi guru bahwa "anda pembicara yang buruk!" 

Ada saatnya kita ikut seminar, walaupun materinya bagus, tapi karena cara penyampaiannya yang tidak menarik, akhirnya yang dipikirin malah >>get me out from here!!! Tapi ada juga pembicara yang walaupun materinya berat dan padat, tapi karena penyampaiannya menarik, jadi kitanya sebagai audiens juga semangat.

Saya merasakan jadi guru juga begitu. Apalagi saya guru eksak, yang notabene mata pelajaran yang saya ampu sudah kadung suram di mata para siswa. Tugas saya adalah membangun komunikasi dengan siswa sehingga mereka bisa melihat fisika seindah saya melihatnya. 

Setelah merasakan sendiri dengerin pembicara yang ngebete-in, lalu mendudukkan diri saya di posisi siswa juga mempertimbangkan tugas saya sebagai guru, jadilah corat coret cara bagaimana caranya membangun komunikasi supaya murid nggak bete di kelas tapi kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sesuai rencana. Cekidot>>>
  1. Masuk ke dunia siswa, pahami karakter dan situasi mereka ::: Indahnya menjadi guru adalah kita berhadapan dengan manusia bukan mesin!
  2. Persiapan yang Matang ::: Hallloowww... ini mah gak usah dibilang kaliii, harga mutlak! Kuasai Materi, Kreasikan RPP. Mau bikin rumah aja harus ada blueprintnya, maka untuk mengajar juga harus ada skenarionya.
  3. Punya style sendiri ::: Ternyata guru itu punya style mengajar masing-masing. Murid-murid lebih tahu. Ada gaya guru killer ala hitler, ada gaya jadul, ada gaya 'terserah murid', ada juga gaya alay lho kok???. Nah... coba lihat lagi style mengajar kita kayak gimana.
  4. Intonasi suara dan pilihan kata-kata ::: Bayangin pembicara yang suaranya datar -_-" gimana rasanya???
  5. Interaktif ::: Libatkan siswa, cari contoh yang sesuai dengan keseharian siswa, tanya pendapat mereka, something like that lah... Siswa zaman sekarang tuh pinter-pinter karena sumber belajar bertebaran dimana-mana, so let them show off.
  6. Inspiratif ::: Saya sering sekali berbuat kesalahan. Salah satu kesalahan saya adalah sering berkata, "terus kalau kamu tiduran, kamu jadi pintar?", "memangnya kalau kamu ngobrol saat saya menerangkan, kamu jadi bisa?" biasanya mereka akan diam setelah itu. Tapi malapetaka terjadi. Mereka menggunakan kata-kata saya untuk saling mengejek sesama temannya. Bahkan bertengkar hebat pun menggunakan kata-kata itu. Tinggal saya merenung. Seandainya saja saya mengatakan hal-hal yang inspiratif. Sadarlah saya makna "Guru, digugu, ditiru". Menjadi Guru itu nggak boleh sembarangan!
  7. Jadilah pendengar yang baik ::: Dengan menjadi pendengar yang baik, kita jadi tahu bagaimana caranya menjadi seorang pembicara yang baik.
  8. Dan inilah kata-kata kakak tingkat yang sangat menginspirasi saya::: Satu-satunya cara untuk mempengaruhi orang lain adalah dengan menjadi teladan!
Yah... walaupun sudah banyak buku yang membahas tentang cara menjalin komunikasi, tetap aja pengen sharing sesuatu. Kalo ada mirip-mirip sama kata-kata dari buku tertentu, mohon dikomen supaya saya tulis sumbernya *soalnya saya juga banyak baca buku tentang komunikasi tapi lupa buku apanya hehe,,,

Selasa, 21 Februari 2012

DERET TAHUN

Suatu hari saya sedang iseng-iseng dengan kalender di handphone saya. Pengen mencari tahun yang memiliki kesamaan hari, tanggal dan bulan. Misalnya ulang tahun saya tanggal 19 april, waktu itu tahun 2008 jatuh pada hari Sabtu. Nah, saya cari-cari tuh di Kalender, tahun berapa yang tanggal 19 april-nya jatuh pada hari Sabtu juga. Dapatlah tahun 2070. Jadilah saya setting HP saya menjadi tahun 2070. Lucu aja rasanya melihat reminder ulang tahun teman-teman, ada yang ultah ke-84 tahun, ke-85 tahun tapi orangnya masih imut-imut. Hehe... #kesukaan yang aneh!

Tadinya saya pikir kesamaan hari dan tanggal ini akan berulang setiap 6 tahun sekali, karena saya menemukan tahun 2014 juga 19 april jatuh pada hari Sabtu. Tapi ternyata tidak! Ini bukan siklus 6 tahunan, juga bukan kejadian berapa tahun-an, melainkan berulang menuruti suatu deret tertentu. Ternyata tahun-tahun tersebut akan memiliki hari, tanggal, dan bulan yang sama dalam suatu interval tertentu. Ini contoh data yang saya dapatkan. Cekidot!

2002 --- 2008 --- 2014 --- 2025 ---- 2042 ---- 2053 ---- 2059 --- 2064 --- 2070
    <5 tahun>  <6 tahun>  <11 tahun>  <17 tahun> <11 tahun>  <6 tahun> <5 tahun>  <6 tahun> ... dst

Saya data tahun-tahun yang tanggal 19 April-nya jatuh pada hari Sabtu (dan tanggal-tanggal lainnya pun saya periksa jatuh pada hari yang sama) yaitu tahun 2002, 2008, 2014, 2025, 2042, 2053, 2059, 2064, 2070 dan seterusnya. Setelah saya hitung selisihnya, ternyata mereka tidak berulang pada suatu waktu yang tetap melainkan menuruti suatu deret parabolik. Selisih 5 tahun, 6 tahun, 11 tahun, 17 tahun lalu balik lagi ke 11 tahun, 6 tahun, 5 tahun, lalu balik lagi ke 6 tahun dan seterusnya.

Subhanallah!!! Bahkan tahun-tahun pun berganti dalam keteraturan. Tinggal saya terpaku menatap angka-angka itu, bercerita tentang apakah mereka???